Pengen Beli Atau Mau Ngajak Berantem?
Salah satu resiko jualan adalah bakal menghadapai aneka raja atau pembeli, yah pokoknya macem-macemlah. Gak hanya di offline saja, online juga, seperti di toko online tasku misalnya, meski banyak yang asyik-asyik tapi kadang ya ada yang ngeselin.
Dan yang seperti itu gak hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali dimana pertanyaanya berbeda tapi serupa pada produk yang berbeda atau protes soal biaya ongkir yang padahal pembeli bisa cek sendiri di web misal JNE atau POS atau TIKI.
Kadang kalau orang tanya cinderung gak percaya gitu-gitu entah terhadap produknya atau ongkirnya, bikin bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang "itu orang yang begitu itu sebenarnya Pengen Beli Atau Mau Ngajak Berantem?"
Jika ditela'ah, rata-rata orang yang kebanyakan nanya itu atau tanyanya gonta-ganti misal nannya A belum dijawab udah nanya B, terus C, gitu-gitu itu biasanya malah endingnya gak beli.Ciyusss deh.
Tapi ya itulah pasar, entah online atau offline pasti macem-macem kisahnya, dimana kadang orang yang pengen beli itu serasa mau ngajak berantem. Selaku penjual yang juga manusia, hanya bisa bersabar atau minimal abaikan saja, layani mereka yang benar-benar serius ingin beli, udah gitu aja! bae....
Orang SMS: Mba tas .... ready? ongkir ke ... berapa? total berapa.
Bales: ready, ongkir .... total ....
Orang SMS: itu bahannya dari kulit asli gak, kok harganya murah, imitasi ya
(Dalam hati, harga murah diprotes, harga mahal pasti nih orang minta diskon)
Bales: Kulit sapi asli, karena bahan dari kulit sisa potongan-potongan jadi murah dan itulah mengapa namanya perca. Kalau dari kulit yang utuh ya mahal.
Lega, berharap jawaban tersebut bisa memberi pencerahan. Tapi ternyata tidak, masih nanya lagi.
Orang SMS: Ow, kok warna coklat tua dan muda harganya beda
Bales: !&%$^%^*&$^! (dibaca gak aku bales)
Dan yang seperti itu gak hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali dimana pertanyaanya berbeda tapi serupa pada produk yang berbeda atau protes soal biaya ongkir yang padahal pembeli bisa cek sendiri di web misal JNE atau POS atau TIKI.
Kadang kalau orang tanya cinderung gak percaya gitu-gitu entah terhadap produknya atau ongkirnya, bikin bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang "itu orang yang begitu itu sebenarnya Pengen Beli Atau Mau Ngajak Berantem?"
Jika ditela'ah, rata-rata orang yang kebanyakan nanya itu atau tanyanya gonta-ganti misal nannya A belum dijawab udah nanya B, terus C, gitu-gitu itu biasanya malah endingnya gak beli.Ciyusss deh.
Tapi ya itulah pasar, entah online atau offline pasti macem-macem kisahnya, dimana kadang orang yang pengen beli itu serasa mau ngajak berantem. Selaku penjual yang juga manusia, hanya bisa bersabar atau minimal abaikan saja, layani mereka yang benar-benar serius ingin beli, udah gitu aja! bae....
Salam Cerita Dari Pojokan,
((((Blognya Widha))))
0 comments:
Posting Komentar